Jika kita melakukan perhitungan dengan SPSS ataupun MINITAB, kita akan langsung mendapatkan keterangan apakah nilai tersebut signifikan atau tidak. namun jika kita melakukan perhitungan manual, maka kita perlu membuktikan secara statistik bahwa hasil perhitungan korelasi tersebut signifikan atau tidak. Dalam postingan kali ini akan dijelaskan bagaimana kita membuktikan hasil hitung korelasi apakah signifikan atau tidak.
Pengujian signifikansi korelasi memiliki langkah yang sama dengan pengujian hipotesis. Yaitu kita harus menentukan H0 dan H1 terlebih dahulu kemudian menghitung nilai statistik. Untuk sampel besar kita akan menggunakan z tabel sedangkan sample kecil kita akan gunakan t tabel.
Nilai z untuk korleasi pearson dapat dihitung menggunakan rumus:
Sedangkan untuk korelasi spearman dapat dihitung menggunakan rumus:
Nilai t hitung untuk korelasi pearson dapat dihitung menggunakan rumus:
Adapun nilai t hitung untuk korelasi spearman dapat dihitunh dengan rumus :
Untuk mengaplikasikan rumus2 tersebut di atas, maka berikut ini salah satu contohnya. untuk maksud tersebut kita akan menggunakan data dari postingan yang pernah dimuat diblog ini yaitu korelasi antara tekanan darah dan umur. Hasil perhitungan korelasi pearson untuk n = 10 adalah 0,289. Dengan demikian, karena jumlah sample sedikit (<30)>
Pada tabel t dengan dk = 8 dan alpha 0,05 daerah penerimaan hipotesis nol diantara -2,306 sampai + 2,306. Dengan demikian, nilai t = 0,85 berada pada daerah penerimaan sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kita menerima hipotesis nol. Hasil ini bisa disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tekanan darah serta umur seseorang.



3 komentar:
mohon diperjelas nama2 variabelnya
s itu apa
r itu apa
n itu apa..
terimakasih infonya.. keep posting ^^
numpang lewat,.........keep spirit !!!!! (n_n)
cara menghitung t taebel dengan df = 58 gmn?????
thx
Poskan Komentar