Cari Blog Ini

Memuat...

SELAMAT DATANG SOBAT...

Salam...

Selama ini, statistika sering diidentikkan dengan bidang yang lumayan sulit. Kesulitan dalam mempelajari statistika dikarenakan bidang ini terkait langsung dengan matematika. Bidang ilmu yang ketika mendengar namanya saja kebanyakan kita sudah kebakaran jenggot.. hehehe..

Ditengah situasi seperti itulah blog ini hadir. blog ini berusaha untuk menjembatani orang-orang yang mencari informasi yang berhubungan dengan statistik. Untuk lebih mempermudah analisis statistik, maka blog inipun memberikan panduan bagaimana melakukan analisis dengan menggunakan software SPSS.

Untuk lebih membuat blog ini lebih bermanfaat, sumbang saran dari pembaca sekalian sangat penulis harapkan dan kita akan sama-sama belajar... Ayo semangat!! Buat Indonesia melek dengan statistika.

Wassalam
Djunaidi L, Manado


Kamis, 05 Maret 2009

Post-Hoc Test (Uji Lanjut) : Metode Tukey

Dalam pengujian ANAVA, kita dapat menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak hipotesis. Jika kita menolak hipotesis, artinya bahwa dari variabel-variabel yang kita uji, terdapat perbedaan yang signifikan. Misalnya jika kita menguji perbedaan 4 metode mengajar terhadap prestasi siswa, kita bisa menyimpulkan bahwa ada perbedaan dari keempat metode tersebut. Akan tetapi, kita tidak mengetahui, metode manakah yang berbeda dari keempatnya. Secara statistik,kita tidak bisa mengatakan bahwa yang terbaik hanya dengan memperhatikan rata-rata dari setiap metode tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan metode manakah yang berbeda, maka statistic memiliki teknik post hoc test untuk mengetahui, variabel manakah yang memiliki perbedaan yang signifikan. Ada banyak metode yang ada. Di SPSS ada banyak teknik post hoc. Diantaranya jika asumsi homogenitas varian terpenuhi, maka teknik yang bisa dipergunakan adalah: LSD (least square differences), Tukey, Bonferoni, Duncan, scheffe dan lain sebagainya. Dan jika tidak ada asumsi homogenitas varian, maka teknik yang bisa dipergunakan adalah tamhane T2, dunnett’s T3, games-howell dan dunnett’s C. 

Jika jumlah n setiap variabel sama, maka teknik yang bisa digunakan adalah LSD, student Newman-Keuls (SNK) dan Tukey. Akan tetapi jika jumlah n tiap variabel tidak sama, maka kita bisa menggunakan teknik scheffe. Untuk membicarakan setiap teknik itu, akan sangat membutuhkan waktu yang lama. Karena itu pada kesempatan ini saya hanya akan membahas salah satu teknik saja secara manual yaitu teknik Tukey.

Teknik Tukey juga biasa disebut dengan HSD (honestly Significant difference). Untuk melakukan teknik ini, kita memerlukan salah satu test statistic yaitu Q yang dianalogikan dari statistik-t yang didefinisikan secara matematis:

Sekarang kita lihat bagaimana cara menggunakan teknik ini. Misalnya kita memiliki empat metode yang kita uji untuk melihat apakah ada perbedaan metode serta jika ada, manakah di antara keempat metode tersebut yang berbeda secara signifikan.

dari data tersebut, kita bisa membuat rangkuman analisis varian seperti berikut ini: 

berdasarkan table tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa H0 di tolak sehingga kita bisa mengatakan ada perbedaan yang signifikan dari keempat metode yang di pergunakan. Pertanyaan selanjutnya adalah metode manakah yang berbeda? Untuk menjawabnya kita memerlukan teknik tukey.

Langkah pertama yang kita lakukan adalah kita membuat matriks korelasi dari rata-rata setiap variabel seperti ini:


Matriks dibuat mulai dari metode yang memiliki rata-rata terkecil. Langkah selanjutnya adalah mencari perbedaan setiap metode. Misalnya antara metode 2 dan metode 4 memiliki perbedaan: 12,4 – 8,4 = 4, antara metode 2 dan 1 memiliki perbedaan 13,6 – 8,4 = 5,2 dan seterusnya.

Langkah berikutnya adalah mencari nilai Q dengan membagi perbedaan mean antara masing-masing metode dengan


nilai Mean Square Within (MSW) diperoleh dari rangkuman table ANAVA). Dengan demikian, 

Sebagai contoh 4,00/1,19 = 3,36, 5,20/1,19 = 4,37. Untuk lebih jelasnya, saya rangkumkan dalam table berikut ini:

Dengan memperhatikan nilai Q dibandingkan dengan nilai r table, dimana r adalah jumlah means. Dalam kasus ini, jumlah kolom adalah 4. Adapun derajad kebebasan adalah 16. Jumlah 16 merupakan n – k = 20 -4 = 16. Dengan demikian, nilai kritis untuk Q adalah 4,05 dan 5,19 untuk tingkat kepercayaan 0,05 dan 0,01. Dengan demikian, nilai Q yang berada di atas nilai Q kritis hanyalah antara metode 1 dan 2 serta 1,3 pada tingkat kepercayaan 0,05 serta metode 1 dan 3 pada tingkat kepercayaan 0,01. 

Insya Allah pada postingan selanjutnya, saya akan menunjukkan bagaimana menggunakan post hoc test cara scheffe sekalian dengan interpretasinya.




Share

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya ingin menanyakan, apabila kita ingin melakukan melakukan uji one way anova, apabila hasil uji one way anova terdapat perbedaan, kita dapat menggunakan metode posthoc. Namun apabila asumsi normalitas tidak terpenuhi, kita menggunakan kruskal wallis test.Bagaimana kita membaca hasil output kruskal wallis dengan SPSS? Apabila kita menggunakan kruskal wallis test dan ternyata terdapat perbedaan, apakah dapat menggunakan posthoc, metode posthoc apa yang harus dilakukan atau menggunakan metode yang lain dan bagaimana melakukannya dg SPSS, ? Apa asumsi utk dapat menggunakan posthoc? Terima kasih.
Hormat saya
Anton

Anonim mengatakan...

saya sudah mencoba2 di spss15 saya, tetapi tidak ada post hocnya
jadi g bisa pake uji tukey.. gimana caranya untuk memunculkanya.
trima kasih. saya sangat membutuhkanya
tolong pm> naruto_san0212@yahoo.com

parlindungan mengatakan...

boleh tidak saya dikirimi penjelasan penggunaan masing2 uji post hoc. meski panjang. maaf. terima kasih

Anonim mengatakan...

say ingin tau penjelasan tentang maksud a b ab bc c yang ditampilkan dalam tabel setelah uji anava dengan duncan atau tukey. tolong penjelasannya pak terima kasih

noverinoa mengatakan...

saya ingin tanya
post-hoc test itu digunakan setelah uji pada parametrik pa nonparametrik??
trus klo uji lanjutan jika Ho ditolak untuk statistika nonparametrik apa saja????

UKM sosial kemasyarakatan STIKES Mb mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
UKM sosial kemasyarakatan STIKES Mb mengatakan...

mas saya mau tanya
saya menggunakan 2 metode mengajar dan juga 1 kontrol
masing menggunakan pre test dan post test.

uji apakah yang bisa gunakan..??

dan apakah harus satu persatu saya menganalalisisnya..??

132-Ardi Nurhasan mengatakan...

OMmakasih saya tadi share untuk tugas statistik 2 .
makasih sekali lagi ya om