Cari Blog Ini

SELAMAT DATANG SOBAT...

Salam...

Selama ini, statistika sering diidentikkan dengan bidang yang lumayan sulit. Kesulitan dalam mempelajari statistika dikarenakan bidang ini terkait langsung dengan matematika. Bidang ilmu yang ketika mendengar namanya saja kebanyakan kita sudah kebakaran jenggot.. hehehe..

Ditengah situasi seperti itulah blog ini hadir. blog ini berusaha untuk menjembatani orang-orang yang mencari informasi yang berhubungan dengan statistik. Untuk lebih mempermudah analisis statistik, maka blog inipun memberikan panduan bagaimana melakukan analisis dengan menggunakan software SPSS.

Untuk lebih membuat blog ini lebih bermanfaat, sumbang saran dari pembaca sekalian sangat penulis harapkan dan kita akan sama-sama belajar... Ayo semangat!! Buat Indonesia melek dengan statistika.

Wassalam
Djunaidi L, Manado


Senin, 16 November 2009

Cara Mencari Vliditas

 Salah satu cara untuk mencari validitas alat ukur nontes adalah mengkorelasi skor butir  dengan skor total yang di dapat. Skor total adalah nilai yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor butir. Sebagai contoh misalnya kita memiliki data hasil kuesioner sebagai berikut (untuk memudahkan perhitungan saya hanya menggunakan 10 responden dengan 10 butir soal. Dalam penelitian yang sebenarnya jumlah responden maupun butir biasanya lebih dari 30): untuk mempermudah perhitungan, maka saya akan menggunakan bantuan SPSS.

Pertama kita masukkan data yang kita miliki ke dalam SPSS sebagai berikut:


Misalkan kita ingin mencari seberapa besar validitas butir nomor 1. Maka teknik yang kita gunakan adalah sebagai berikut;

Klik Analyze > Correlate > bivariate sehingga muncul kotak bivariate correlation sebagai berikut:


Masukkan variabel butir1 dan skor total dibawah kolom variables. Centanglah pilihan Pearson dan Flag significant correlations serta pilih Two-tailed. Setelah itu klik OK.

Dari hasil analisa di atas, maka ternyata korelasi antara butir 1 dengan skor total sebesar 0,845. Angka korelasi ini oleh SPSS telah diberi tanda bintang serta keterangan dibawah kotak dengam signifikannya angka korelasi ini pada tingkat signifikansi 0,01.  Dengan demikian, butir nomor 1 kita nyatakan VALID.

Bagaimana dengan butir nomor 2 dan seterusnya? Tinggal kita lakukan dengan cara yang sama.

Catatan: jumlah butir soal yang kurang dari 30 butir dikhawatirkan akan menghasilkan korelasi yang kelebihan bobot. Jika hal ini terjadi, maka angka korelasi cenderung akan meningkat. Oleh karena itu, diusahakan untuk membuat butir soal lebih dari 30 buah. Jika kemudian ternyata jumlah butir tetap kurang dari 30, maka angka korelasi harus dikoreksi. Teknik untuk melakukan koreksi ini akan saya jelaskan pada kesempatan yang lain.

Share

validitas

Dalam beberapa korespondensi e-mail saya dengan beberapa orang pembaca blog ini tentang penelitian, saya terlibat diskusi yang cukup menarik mengenai masalah validitas dan realibilitas alat ukur.  Kedua hal ini menjadi penting dibicarakan karena berkaitan dengan kualitas instrument yang digunakan. Misalnya ketika kita menggunakan kuesioner, maka untuk menguji kualitas kuesioner itu, tidak bisa tidak harus dilakukan dengan menguji validitas dan realibilitasnya.

Berangkat dari beberapa diskusi di atas itulah saya sedikit menyimpulkan bahwa konsep validitas kadangkala masih membingungkan bagi sebagian orang. Karena itulah maka saya akan sedikit membahas masalah validitas ini.

Secara umum, validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauhmana alat ukur yang digunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.  Misalnya, jika kita mau mengukur berat gajah, maka kita akan menggunakan timbangan dan bukan thermometer. Dalam hal ini, alat ukur yang valid untuk mengukur berat gajah adalah timbangan. Jika kemudian orang menggunakan thermometer untuk mengukur berat gajah, maka kesimpulan yang diambil tidak bisa diterima karena alat ukur yang digunakan tidak valid.

Jika dikaitkan dengan bidang psikologi/penelitian sosial, penggunaan konsep validitas dapat ditemui dalam tiga konteks yaitu validitas penelitian, validitas soal dan validitas alat ukur. Validitas penelitian merupakan derajad kesesuaian hasil penelitian dengan keadaan sebenarnya.  Jika ternyata hasil penelitian tidak sesuai dengan keadaan nyata dilapangan, maka hasil penelitian tersebut bisa dikatakan tidak valid.

Validitas soal berkaitan dengan kesesuaian antara suatu soal dengan soal lain. Dalam kaitannya dengan kegiatan pembelajaran menurut Djemari Mardapi (dosen saya waktu kuliah di UNY)  validitas ini adalah kesesuaian antara materi ujian dan materi yang telah dipelajari. Jadi jika ternyata soal yang diberikan kepada siswa adalah materi pelajaran yang belum dipelajari sebelumnya maka soal tersebut bisa dinyatakan tidak valid. (dalam kaitan dengan hal ini, mungkinkah kita bisa mengatakan bahwa soal UN sudah valid atau belum?)

Sedangkan validitas alat ukur merujuk pada kecermatan ukurnya suatu tes. Contohnya jika kita melakukan pengujian terhadap kualitas ibadah sholat seseorang, maka pertanyaan yang diajukan adalah seputar masalah sholat dan bukan masalah haji atau puasa. Teknik pengujian validitas seperti ketiga contoh di atas biasa dikenal dengan validitas muka. Dalam bahasa inggrisnya validitas ini biasanya disebut dengan face validity.

Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah cara selain menggunakan face validity untuk melihat sejauhmana sebuah alat ukur dapat dinyatakan valid? Jawabnya: ADA.

Dalam literature-literatur yang pernah saya baca, untuk mengukur validitas ini dilakukan berdasarkan bentuk soal. Jika soal-soal yang digunakan dalam bentuk tes (benar – salah) maka validitas yang biasanya digunakan adalah validitas konstruk ataupun kriteria. Sedangkan jika soal-soal dalam bentuk nontes (tidak benar/tidak salah) yang biasanya digunakan dalam kuesioner, maka cara mencari validitas yang paling sering digunakan adalah menggunakan korelasi product moment dari pearson. Dalam hal ini, validitas soal dicari dengan mengkorelasikan skor butir dengan skor total. Hasil korelasi tersebut kemudian dikonsultasikan dengan tabel r.

Dalam postingan selanjutnya, saya akan mengulas bagaimana mencari validitas nontes dengan menggunakan korelasi.  



Share